ShoW RooM

www.flickr.com

Aneka Teknik Packing

Packing, kelihatannya sepele tetapi penting. Salah packing, tanaman menjadi rusak dan tak tahan lama. Untuk sampai ke konsumen, produsen harus mengepak dan mengirim tanaman yang akan diperdagangkan. Langkah ini menjadi penting. Sebagus apapun kualitas tana­man, jika salah cara packing dan pengiri­man, tanaman bakal rusak di jalan.

Ada beberapa teknik packing, tergan­tung jenis tanaman dan jarak kirimnya. Untuk pot plant, ada beberapa teknik pengepakan. Antara lain:

Dengan Corong Kertas

Teknik ini dilakukan oleh Ekakakarya untuk mengirim pot plant. Caranya, se­tiap pot dibungkus kertas tebal memhen­tuk corong. Tinggi kertas melebihi tinggi tanaman. Dengan cara ini, daun dan bunga bakal terkumpul dan menjadi ko­koh. Gesekan dengan tanaman lain pun terhindari.

Setelah dibungkus satu per satu, di­masukkan ke dalam kontainer atau mobil boks. Di dalamnya dipasang rak. Tana­man diatur dalam rak masing-masing. Lebih bagus lagi bila mobil boks dileng­kapi pendingin. Tetapi kalau tidak, untuk perjalanan 1 - 2 hari masih tahan.

Dengan Kapas

Khusus untuk tanaman berharga atau untuk lomba, teknik ini bisa dilakukan. Agak ribet, tetapi dijamin barang bagus sam­pai tujuan. Dr. Purbo Djojokusumo pernah melakukannya untuk aglaonema pride of sumatera yang akan dilombakan di Floriade Belanda 2000. Setiap Iembar daun dilapisi dengan kapas, kemu­dian dibalut dengan kertas dan selotip. Kapas ini melindungi daun dari kerusakan mekanik.

Setelah semua terbalut, tanaman dimasukkan ke dalam kotak kayu yang kuat. Tanaman aman sampai tujuan.

Tanpa Media

Digunakan untuk pengiriman antar negara dan dalam jumlah besar. Umumnya dilakukan oleh importir. Yang biasa dilakukan dengan packing ini, antara lain bibit aglaonema, bibit adenium, dan bibit anggrek
.
Tanaman diangkat dari media, lantas dicuci dengan air ber­sih. Selanjutnya ditiriskan sampai airnya benar-benar kering. Air yang tersisa akan menaikkan suhu saat dipacking sehingga tanaman terbakar.
.
Setelah tanaman kering, lantas disusun dalam kotak kar­dus. Bagian bawah dan antar tanaman diberi sekat irisan ker­tas. Setelah semua masuk, kardus diselotip kuat-kuat, dan siap dikirim.

Keunggulan dari teknik ini adalah ringan dan rapat schingga hemat biaya. Kelemahannya, tanaman drop setelah dikirim. Per­lu aklimatisasi dan pemulihan sampai segar kembali.

Dengan Media (untuk Nepenthes)

Caranya media di dalam pot ditutup dengan plastik wrap (yang biasa dipake bungkus buah) terus bagian atas tanaman (daun dan batang) ditutup pake gelas plastik/pol.

Terus di lakban. jadi medianya gak berantakan dan bagian atas tanaman juga gak cidera.

Selengkapnya..

Tips : Perlakuan Tanaman untuk dikirim

Aku baru beberapa kali kirim tanaman (aglao, alocasia, adenium). Tapi sebelumnya gak malu banyak bertanya kiri-kanan bagaimana meminimalisir kerusakan tanaman akibat pengiriman.

Langkah2 pengiriman yang aku praktekkan sbb (mungkin ada yg kurang tepat - tapi ini yg terbaik menurut aku) :

- Aglao dikirim tanpa media - pengiriman dengan media sering malah menyebabkan kerusakan akar (busuk) terlebih jika media lembab.

Aglao dibongkar dan akar dibersihkan dari media (bukan dicuci) dan dikeringanginkan dengan bantuan kipas angin. Hindari mengepak aglao dalam keadaan lembab atau basah hal ini bisa menyebabkan aglao stress bahkan mati. Jika aglao lembab/basah akan meningkatkan suhu udara dalam kotak akibat air yang menguap (kita tidak tahu kemungkinan kotak terpapar matahari selama proses pengiriman).

- Atur dan gulung semua daun secara hati-hati jangan sampai patah atau sobek dan diikat dengan tali rafia (sebelum diikat, dilapis dengan kertas agar daun tidak rusak kena bekas ikatan)

- Atur dan gulung akar aglao dengan hati-hati dan bungkus dengan kertas tissue kering

- Kemudian gulung dalam dua lapis atau lebih kertas koran (baru) dengan gulungan longgar dan diikat.

- Susun dalam kotak yang kokoh, kalau perlu beri potongan styrofoam agar lebih aman dari tergencet dll

- Beri sobekan kertas mengisi ruang kosong diantara gulungan aglao untuk mengurangi goncangan

- Bungkus kotak dengan baik, tentu jangan lupa beri label alamat tujuan :-)

- Segera kirim ke courier service (misalnya dengan TIKI ONS) dan pastikan aglao dikirim hari itu juga dan diharapkan sampai ke-esokan harinya (hari kerja)..

Demikian yang aku tahu.. sebagai hobbist aglao sangat senang bila sicantik tiba dengan selamat.. sangat sedih jika mendengar berita dia malah rusak/mati sampai di tujuan... semoga berguna


Selengkapnya..

Lama Penyinaran

berikut ini daftar cp saya dan lama penyinaran direct sunlight:
n. khasiana, gracillis, vft - sekitar jam 8.00 - 12.30 (4,5 jam)
n. xhookeriana, mirabilis, ampul, raffles, bicalc, ventrata - sekitar jam 13.00 - 15.00 (2 jam)
apakah lama penyinaran tersebut sudah mencukupi atau perlu ditambah? penyinaran maksimal yg mungkin dilakukan adalah 4,5 jam. lebih dari itu harus diletakkan di halaman depan dan resiko hilang disamber maling...

Buat truncata, bagusnya kalo masih kecil jgak kena sinar matahari langsung dulu. ntar kalo dah gede.
kalo ventrata sih Ok aja.

mungkin yg patut dipikirkan bukan cuma lama penyinaran dan intensitas sinar, tapi juga kelembaban di area tanam. lama dan intensitas sinar yg tinggi tanpa disertai kelembaban yg tinggi pula bakal menyebabkan tanaman kering. cara termudah adalah memperbanyak wadah air di sekitar area nepe, kalo ada ventilasi ato berangin kencang maka harus disertai spraying area. angin bakal meniup lembab yg terbentuk di sekitar area. udara yg lembab dapat kita rasakan dng perasaan gerah di dalam ruangan, badan jadi mudah berkeringat meski tanpa aktivitas berat. kalo kita kipas-kipas kita menurunkan kelembaban di sekitar tubuh hingga lebih nyaman.
kalo ada ruang khusus mungkin bisa diatasi dng melapisi lantai dng plastik. kelebihan air siraman akan tergenang di sana sini dan bakal menguap di siang hari... cuma pemandangan emang kurang enak. kalo pot nepe udah banyak, penggunaan pot bernampan sudah cukup menunjang, karena penguapan terjadi bersamaan melalui media, kelembaban cepat tercapai. bagian atas media yg kering akan segera terbasahi oleh kelebihan air di nampan (spt sumbu kompor minyak)... beda kalo cuma satu pot, kurang memadai karena ga ada barengannya, malah media kering duluan.

Saya mempunyai persepsi sementara tentang kebutuhan penyinaran dari beberapa Nep. Lowland yg saya pelihara di surabaya dg mataharinya yg tdk kalah ganasnya dibanding Nep. Ada 3 kelompok penyinaran: (bila kurang pas mohon di koreksi)
kel. I. Membutuhkan sinar paling banyak, antara laen N. Mirabilis & N. Raflessiana
Kel. II. Kurang suka sinar / senang di keteduhan : N. Apularia & N. Grasilis
Kel.III. Memerlukan sinar hanya minimun / redup : N. Bicalcarata

Apakah ada kelompok ke IV??

Mohon menanyakan untuk Nep2. koleksi saya di bwh ini msk kel. mana??
1. N. Hoockeriana
2. N. ventrata
3. N. Maksima
4. N Danseri
5. N Kucingensis
6. N. Truncata

Dan juga ingin menanyakan N. Kucingensis dan N. Coccinea itu spesies atau silangan dari apa?? krn di infokit tidak ada

N.gracilis masuk kategori suka sinar langsung...justru pertumbuhannya lebih cepat..warna kantung lebih cerah..

1. N. Hookeriana
2. N. ventrata
3. N. Maxima
4. N Danseri
5. N Kucingensis
6. N. Truncata

menurut saya masuk kelompok 1.suka sinar....
Danseri yang sekilas mirip mirabilis itu, dari papua mana?

tapi ati-ati, mas adrian... pengalaman membuktikan truncata ga cocok dng matahari surabaya, banyak yg gosong!

Selengkapnya..

Adenium: Bongol Kembar Siam

Seri Membentuk Bongol/Akar Indah

Untuk membentuk bongol yang dempet (bisa dua, tiga atau empat), hampir sama caranya dengan teknik grafting.

Kalau pada grafting kita menyambung batang atas dan batang bawah, maka dalam membentuk bongol dempet, kita menyambung beberapa bongol menjadi satu.

Persiapan
Yang harus kita persiapkan dalam hal ini antara lain:

Dua atau lebih bongol untuk disambung. Usahakan ukuran bongol sama.
Satu pot yang bersih & steril untuk media tanam.
Media tanam yang steril, untuk mensterilkan media tanam ada beberapa cara, yaitu bisa dengan menjemur media tanam pada matahari yang terik selama beberapa hari, bisa dengan menyiramkan air yang mendidih lalu dikeringkan atau dengan memanaskannya pada oven atau microwave.
Pisau yang tajam dan steril untuk memotong/menyayat.
Kain bersih/kertas bersih untuk membersihkan pisau setiap habis memotong/menyayat Adenium agar terjaga kebersihannya.
Plastik yang elastik untuk mengikat sambungan agar bisa menyatu. Plastik yang dipakai dianjurkan dipotong 1-2 cm memanjang, ukuran panjang tergantung dari diameter yang akan diikat. (biasanya cukup 20-30 cm). Langkah 1:
Bersihkan bongol yang akan dipakai, agar sayatan pada bongol tidak terkena infeksi nantinya. Bila perlu mencucui dengan air, bongol harus dikering anginkan terlebih dahulu. Pilih bongol yang sama besar dan ukurannya, agar nanti pertumbuhannya bisa rata antara bongol yang disatukan. Buang akar rambutnya yang mungkin bisa mengganggu, untuk memacu pertumbuhan, bisa direndam pemacu tumbuh dan dikering-anginkan (ex - NovelGro, Tapid-Root, etc).

Langkah 2:
Setelah bongol bersih dan sudah kering, lakukan sayatan pada posisi-sisi bongol yang akan disatukan. Usahakan sayatan pada bongol sama besar dan simetris/rata sehingga bila bongol-bongol yang akan disatukan bisa nempel dengan rata. Ini sangat penting agar bongol yang akan disatukan bisa cepat pulih dan sambungan bisa kuat. Bila ingin menggabungkan 3 atau lebih bongol, dianjurkan untuk melihat dulu bagian-bagian yang akan digabungkan, bila perlu diberi tanda menggunakan spidol daerah yang akan disayat. Setiap kali habis menyayat/memotong Adenium, pisau yang dipakai dianjurkan segera di-lap bersih.

Langkah 3:
Tempelkan bongol-bongol yang sudah disayat dan segera diikat dengan plastik yang sudah disediakan. Ikatan tidak perlu kencang, asal cukup untuk mengikat bongol yang diosambung agar tidak mudah lepas. Usahakan agar setiap sayatan di bongol tertempel dengan rapi dantidak ada luka sayatan yang menganga karena akan menyebabkan infeksi, bongol akan menjadi busuk atau rusak.


Langkah terakhir:

Langkah selanjutnya , tentu saja potting.
Usahakan agar bagian sayatan tidak terkena media tanam. Benamkan bongol hingga batas ikatan plastik. Basahkan media dan taruh di tempat teduh selama +/- 1 minggu. Setelah itu perlakukan seperti biasa. Setelah 1 1/2 bulan, ikatan dapat dilepas, dan benamkan seluruh bongol pada media tanam agar pertumbuhannya lebih bagus.:

Selengkapnya..

Cara Membuat Bonggol Adenium Berliku-liku dan Indah

Untuk membuat bonggol adenium berliku pertama-tama membutuhkan adenium sehat dan sudah cukup umur dan tidak berpuru. Bila tanaman tersebut sudah tersedia proses pemotongan siap dilakukan.

TAHAPAN PEMOTONGAN

Siapkan cutter atau pisau tajam agar sel tanaman tidak rusak.Sterilkan pisau dengan alkohol 70 %.
Ambil tanaman dan goyang-goyangkan dari polibag atau pot.karena media merenggang sehingga akar tidak mudah putus.

Letakkan di atas telenan atau wadah keras lainnya untuk dipotong.Iris bonggol tepat di bagian paling besar.Hati-hati dalam mengiris agar bonggol tidak rusak karena retak.

Celupkan batang yang sudah dipotong itu ke dalam larutan fungisida,rendam 5-10 menit.Setelah itu angkat dan kaeringkan sekitar setengah jam.olesi dengan zat perangsang tumbuhan.

Kemudian masukkan ke media tanam yang terdiri dari kotoran sapi,kambing dan arang sekam dengan perbandingan 2:2:1

PERSIAPAN TANAM

1.Siapkan lempengan Styrofoam dengan ukuran sama dengan diameter batang.
2.Pasang di bawah batang
3.Bisa juga diikat agar tidak lepas
4.Tanam dengan menutupkan media.
5.Ikatkan batang ke pot agar cepat tumbuh akar.

PERAWATAN

1.Dua bulan kemudian akar tumbuh dengan baik.
2.Bila tidak diseleksi,pertumbuhan akar kelak kecil-kecil dan rapat –rapat.
3.Seleksi akar buang yang kecil dan jelek.
4.Akar yang bengkok diluruskan.Usahakan tetap lurus saat ditanam.

Selengkapnya..